Monday, August 20, 2012

TPA Al Amin Nyangkringan (Sendangrejo) dalam Catatan Seorang Mahasiswi


[dinamikadakwah] Sebagai mahasiswa yang niat kuliah, tentu aku mengikuti program wajib universitas yang satu ini, Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat 2011 (KKN-PPM 2011). Kali ini, aku dan teman-temanku Unit 125 mendapatkan kesempatan untuk mengabdi di Padukuhan 3 Balangan, Desa Sendangrejo, Kecamatan Minggir, Kabupaten Sleman, sebuah tempat yang nyaman dan terjangkau (cuma 30 menit dari rumah (Gamping)/kampus UGM).
TPA Nyangkringan Sendangrejo

Sudah hal umum bahwa tiap ada KKN, pasti ada program TPA (kalo mahasiswanya muslim lho). Apalagi KKN-nya waktu Ramadhan. Nah, di Balangan ini, ada dua masjid dan satu mushola, semuanya mau ngadain TPA Ramadhan. Alhasil, mahasiswa sub-unit Balangan yang terdiri dari 3 laki-laki dan 3 perempuan ini, kudu dibagi rata. Biar gak meri, penentuan lokasi dilakukan dengan pengocokan. Allah Swt menakdirkanku untuk bertemu dengan bocah-bocah yang di foto itu, aku mengabdi di Masjid Al Amin, RW 07 Balangan, atau yang wilayahnya lebih dikenal dengan nama Nyangkringan

Ternyata, ini merupakan TPA perdana di Masjid Al Amin. Sebelumnya di sana belum pernah diadakan TPA sama sekali… Biasanya anak-anak itu ikut TPA di masjid lain, atau memanggil guru ngaji ke rumah.

Diputuskan oleh takmir dan warga bahwa TPA Ramadhan akan diadakan tiap hari Senin dan Kamis. Loh, gak tiap hari toh? pikirku waktu pertama kali baca info ini dari mas Nasrul (partner ngisi TPA) via sms. Kayaknya biasanya TPA Ramadhan tu tiap hari deh. Hm, mungkin karena memang baru perdana dan menyesuaikan dengan kemampuan warga dalam menyiapkan takjil, jadi gak tiap hari. It meant we only had TPA five times with them. Senengnya: gak usah pusing mikirin kurikulum macem-macem yang banyak Sedihnya: lima kali TPA dapet apa coba, waktu yang kurang banget itu untuk men-deliver dan mempraktekkan ilmu-ilmu agama yang begitu banyak.

Di pertemuan pertama TPA, penyakit lamaku masih kambuh (telatan! maaf yaa adek-adek). Kesan pertama yang sara rasakan, alhamdulillaah, anteng2 nih! ga kayak bocah-bocah di RW sebelah yang subhanallah aktifnya. Anak putrinya udah lumayan gedhe-gedhe, siswi kelas 3 SD ke ataslah. Anak putranya masih kecil-kecil, siswa kelas 2 SD ke bawah.

Tapi ternyata anteng-anteng itu hanya kesan pertama. Beberapa menit selanjutnya, prencil-prencil laki-laki udah pada gerudukan ke sana ke mari, biasalaah main kejar-kejaran plus gulat-gulatan. Kayaknya emang di mana-mana gitu ya, anak laki-laki suka pada gulat, awalnya hepi-hepi trus beberapa menit terus nanti pasti ada yang nangis -,- Alhamdulillah, saya kebagian nge-handle anak-anak perempuan yang manis-manis dan cukup dewasa dalam bersikap. Udah pada lumayan pinter ngaji pula, udah pada lulus iqra’! Alhamdulillaah  Meskipun masih ada salah-salah tajwid dan makhroj di sana-sini, tapi insya Allah itu bisa diperbaiki seiring berjalannya waktu

Pertemuan selanjutnya dan selanjutnya, penyakit lamaku masih belum sembuh. Untungnya, ada dua peserta TPA yang udah SMP, Lisa dan Rista. Sebelum kami, mbak-mas KKN ini, datang, mereka udah nge-handle forum TPA-nya. Nge-buka forum, hafalan surat-surat pendek dan do’a-do’a, cerita kisah-kisah nabi, semua mereka lakuin secara mandiri.Wow, sungguh mengharukan. Aku jadi yakin kalau TPA ini insya Allah akan terus berjalan di tangan mereka meski Ramadhan telah usai, aamiin.

Karena kesempatan ngisi TPA yang emang enggak banyak, aku fokuskan goal TPA di dua hal aja: baca Al-Qur’an secara lebih lancar (mbenerin makhroj+tajwid) dan hafal nama+tugas dari 10 malaikat. Untuk anak laki-laki, tambah latihan adzan. Kenapa gak latihan sholat/wudhu aja? Soalnya cara sholat masing-masing anak bisa beda je, misalnya doa iftitah kan ada dua versi tuh, dan lain-lain.. Kalau latihan wudhu, aku lagi emoh basah  (dasar mbaknya ini!)

Nah, ternyata jiwa kompetisi mereka cukup tinggi, mereka minta diadain lomba baca Qur’an! Subhanallaah… Yah walopun hadiahnya enggak seberapa, cuma gantungan kunci n bros dari flanel, semoga mereka jadi tambah semangat mengaji, aamiin^^

Di hari terakhir ngisi TPA, kita foto-foto buat kenang-kenangan…Banyak yang minta walaupun KKN udah selesai, kakak-kakak ini tetep ngisi TPA, toh rumah kakak cuma di Gamping ini kan  Duh, maaf banget ya dek, kakak nggak bisa menjanjikan hal itu. Pesanku ke mereka: TPA nya tetep jalan terus lho yaa, meski mbak masnya udah gak ngisi lagi.. Nanti mbak Lisa sama mbak Rista yang ngisi TPA nya yaa

Nah, karena mereka juga udah liburan, mereka ngajakin kami ke kegiatan rutin mereka di hari libur pagi, jalan-jalan, aku ajak Ama salah satu temen sepondokan KKN.

Nah, di hari terakhir KKN, sebelum kepergian para mahasiswa kembali ke kehidupan kampus, mereka ternyata kasih kenang-kenangan buat aku, katanya gak boleh dibuka sebelum sampai rumah (yang di Gamping). Okelaah…
Ternyata aku baru bisa buka kado itu esok paginya… ada gelang-gelang buatan mereka sendiriii… aaaa, terharuuu :’D

Terima kasih banyak yaa adek-adekku sayaang. Makasih udah mengajarkanku tentang berbagai hal yang mungkin gak kalian sadari, seperti: semangat mengaji walaupun fasilitas terbatas, pengajarnya minim, keceriaan dan kepolosan, penerimaan satu sama lain, kepedulian terhadap teman, dan masih banyak lagi…

Kalian takkan terlupa deh.. Lisa yang semangat, Rista yang kadang malu-malu, Dilla yang manis, Ria yang suka sms-an, Zuyyin yang pinter, Upik yang cerdas, Vivin yang pendiem, Yasmin yang banyak penggemarnya, Nabila yang suka nyapu, ‘Ilmi yang jarang ketemu, Boy yang adiknya Zuyyin, Zaka yang suka adzan, Fikri yang usiil, Ryan suka ketawa ketiwi, Farhan yang tegap kayak polisi, Daffa yang hiperaktif,… ada yang belum kesebutkah? Semoga udah semua yaa  Semoga kalian jadi orang yang sukses dunia akhirat, aamiin
Tapi sedihnya...
Yaaaah, TPA-nya jangan berhenti doong sayaaaang! Walaupun kami gak disitu, tapi insya Allah kami tetap membersamai TPA kalian kok… Kan kami ada di hati kalian...
<repro.eko>

Diambil dari catatan blog: http://fayruzrahma.wordpress.com (seorang mahasiswi UGM yang pernah KKN di Balangan) dengan beberapa editan yang kami anggap perlu.

0 comments:

Post a Comment